Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Meminta Pertolongan dan Perlindungan Kepada Allah

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Meminta Pertolongan dan Perlindungan Kepada Allah

Ayat alquran tentang meminta pertolongan kepada Allah
Sebagai seorang mukmin, kita meyakini bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas
segala-galanya serta tidak ada tempat untuk meminta pertolongan dan
perlindungan kecuali hanya kepada-Nya. Karenanya, bersandar kepada Allah
merupakan bagian sangat penting yang perlu kita terapkan dalam kehidupan ini.
Sebab, untuk apa kita lari kepada pihak yang tidak mampu memberikan
perlindungan, bergantung kepada pihak yang tidak memiliki kekuasaan, serta
berserah diri kepada pihak yang tidak mempunyai daya dan upaya.

Memohon pertolongan (isti’anah) dan perlindungan (isti’anah) kepada Allah merupakan
bentuk keyakinan serta pengakuan diri bahwa kita adalah makhluk lemah yang
tidak akan mampu mengarungi kehidupan dunia yang penuh dengan fitnah ini tanpa
pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. karena manusia adalah makhluk yang
penuh keterbatasan. Sepandai-pandainya manusia, ia tidak akan mampu memastikan
apa yang akan terjadi esok hari. Manusia hanya bisa merencanakan, bahkan
seringkali apa yang direncanakan tidak sesuai harapan.
Pengakuan diri bahwa Allah sebagai satu-satunya tempat
bergantung juga perlu ditampilkan dalam kehidupan sehari-sehari dengan tidak
tenggelam dalam perbuatan menyekutukan Allah atau syirik. Misalnya; meminta
perlindungan kepada dukun, mempercayai adanya kekuatan dalam benda-benda
tertentu, dan lain sebagainya.

ayat alquran tentang meminta pertolongan dan perlindungan allah

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Memohon Pertolongan dan
Perlindungan Kepada Allah

Cukup banyak ayat-ayat alquran yang memerintahkan kita untuk
senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah. Berikut ini
beberapa ayat alquran tentang meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah
yang bisa menjadi motivasi bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada
Engkau-lah kami mohon pertolongan. – (Q.S Al-Fatihah: 5)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ
بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ
مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan
kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (200)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran
jahat (untuk berbuat dosa) oleh setan, mereka pun segera mengingat Allah, maka
ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (201) – (Q.S Al-A’raf:
200-201)

وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ قَالَ بَلْ
سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
عَلَى مَا تَصِفُونَ

Dan mereka datang dengan membawa baju gamisnya (yang
berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah
yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka kesabaran yang baik itulah
(kesabaranku). Dan hanya Allah saja yang dimintai pertolongan-Nya terhadap apa
yang kamu ceritakan.” – (Q.S Yusuf: 18)

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ
وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

Maka apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah
perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (98) Sesungguhnya setan itu
tidak memiliki kekuasaan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Tuhan. (99) Setan hanyalah memiliki kuasa terhadap orang yang menjadikannya
pemimpin dan yang mempersekutukannya dengan Allah. (100) – (Q.S An-Nahl:
98-100)

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ
مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا * فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا
إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا * قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ
مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab
(Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu
tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis), (16) lalu dia memasang tabir (yang
melindunginya) dari mereka. Lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya,
maka dia menampakkan dirinya di hadapan Maryam dalam bentuk manusia sempurna.
(17) Dia (Maryam) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha
Pengasih terhadapmu, jika engkau adalah orang yang bertakwa.” (18) – (Q.S
Maryam: 16-18)

قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ
الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

Dia (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan
dengan adil. Dan Tuhan kami adalah yang Maha Pengasih, yang menjadi tempat
memohon pertolongan atas apa yang kamu katakan.” – (Q.S Al-Anbiya: 112)

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
* وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari
bisikan-bisikan setan, (97) dan aku berlindung (pula) kepada-Mu ya Tuhanku,
agar mereka tidak mendekatiku.” (98) – (Q.S Al-Mukminun: 97-98)

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي
مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ * ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ
بَارِدٌ وَشَرَابٌ

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru
Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”
(41) (Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi
dan minum.” (42) – (Q.S Shad: 41-42)

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ
مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

Dan Musa berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada
Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri, yang tidak
beriman kepada hari perhitungan.” – (Q.S Ghafir: 27)

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ
سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ
بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Sesungguhnya orang-orang yang saling berdebat tentang
ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam
dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai,
maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi
Maha Melihat. – (Q.S Ghafir: 56)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ
بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan apabila setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka
mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui. – (Q.S Fusshilat: 36)

وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ
رَسُولٌ كَرِيمٌ * أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
* وَأَنْ لَا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ إِنِّي آتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ * وَإِنِّي
عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ

Dan sungguh, sebelum mereka, Kami benar-benar telah menguji
kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia, (17)
(dengan berkata), “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil).
Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang bisa kamu percaya, (18) dan
janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang
kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. (19) Dan sesungguhnya aku berlindung
kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku, (20) – (Q.S
Ad-Dukhan: 17-20)

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ
فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي
مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman
tentang istri Fir‘aun, yaitu ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah
untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun
dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang berbuat dzalim,” – (Q.S
At-Tahrim: 11)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
* وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
* وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai
subuh (fajar), (1) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, (2) dan dari
kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3) dan dari kejahatan
(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), (4) dan
dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (5) – (Q.S Al-Falaq: 1-5)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ *
إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ
النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1)
Raja manusia, (2)sembahan manusia, (3) 
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4) yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia, (5) dari (golongan) jin dan manusia.” (6) –
(Q.S An-Naas: 1-6)

Semoga beberapa
ayat alquran tentang memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah di atas
bisa menjadi bahan kajian kita mengenai pentingnya senantiasa menggantungkan
segala sesuatu hanya kepada Allah yang memiliki segala daya dan upaya.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Meminta Pertolongan dan Perlindungan Kepada Allah Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.