Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Rezeki

47 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Rezeki

Ayat alquran tentang rezeki – Sudah menjadi tabiat manusia
bahwa manusia memiliki kecenderungan menginginkan rezeki yang berlimpah ruah,
menginginkan segala kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi dengan baik. Inilah yang
kemudian mendorong banyak manusia tenggelam dalam kesibukan mencari rezeki,
bahkan tidak sedikit yang dibutakan oleh kecintaan duniawi sehingga menempuh
jalan maksiat untuk memperoleh rezeki dan melalaikan kewajibannya kepada Allah
SWT.

Rezeki adalah salah satu perkara yang menjadi rahasia Allah
SWT, sama halnya dengan umur, jodoh, dan kematian seseorang. Namun, Allah menegaskan
bahwa setiap makhluk yang terlahir ke dunia telah dijamin rezekinya. Oleh
karena itu, sudah selayaknya bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah
untuk tidak perlu gelisah mengenai masalah rezeki. Persoalan rezeki telah
diatur oleh Allah, sebagai hamba-Nya kita hanya perlu berikhtiar mengusahakan
yang terbaik untuk meraihnya.
Islam memandang rezeki bukan hanya sebatas materi,
kenikmatan lain yang berupa non-materi seperti kesehatan, kebahagiaan,
keharmonisan rumah tangga, ilmu pengetahuan, pekerjaan, dan lain sebagainya juga
termasuk rezeki yang sangat berharga dan perlu disyukuri. Karena pada
hakikatnya, segala karunia Allah yang dirasa nikmat dan membawa manfaat adalah
rezeki. Maka rezeki bukan hanya dalam bentuk uang berlimpah, rumah megah, kendaraan
mewah, dan semacamnya.
ayat alquran tentang rezeki

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Rezeki

Lantas, bagaimana alquran berbicara tentang rezeki? Banyak
sekali ayat-ayat alquran tentang rezeki yang tersebar di berbagai surat dan
dalam konteks yang beragam. Mulai dari ayat yang menegaskan tentang Allah
sebagai pemberi rezeki, jaminan rezeki dari Allah terhadap setiap makhluk hidup
di muka bumi, hingga jalan pembuka pintu rezeki dari Allah. Berikut ini
beberapa ayat alquran tentang rezeki yang bisa dijadikan kajian dan renungan
tentang hal-hal yang berkaitan tentang rezeki.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ
يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ
مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki,
kemudian mematikanmu, lalu menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka
yang kamu sekutukan dengan Allah itu ada yang mampu berbuat sesuatu yang
demikian itu? Mahasuci Dia dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan. –
(Q.S Ar-Rum: 40)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ
رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka
bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui
tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab
yang nyata (Lauh Mahfuzh). – (Q.S Hud: 6)

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا
فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dialah yang menjadikan untuk kamu Bumi yang mudah
dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari
rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. –
(Q.S Al-Mulk: 15)

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ
أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ
لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا
يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ
أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
(3)

Maka ketika mereka telah mendekati akhir masa idahnya,
rujuklah (kembali) kepada mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan
baik dan hadirkanlah dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah
kamu menegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu
diberikan kepada orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa
bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, (2)
dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa
bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan
ketentuan bagi segala sesuatu. (3) – (Q.S At-Talaq: 2-3)

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ
وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi
siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), akan
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” – (Q.S Saba: 36)

أَوَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ
لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah melapangkan
rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia
kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan
Allah bagi kaum yang beriman. – (Q.S Az-Zumar: 52)

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ
الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Milik-Nya lah segala perbendaharaan langit dan bumi. Dia
melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya
Dia Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. – (Q.S As-Syura: 12)

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا
فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ
بَصِيرٌ

Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada para
hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di muka bumi, akan
tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha
teliti lagi Maha Melihat terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya. – (Q.S As-Syura:
27)

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ
مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki dan
membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara para hamba-Nya.” Dan apa
saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya. Dan Dia lah pemberi rezeki
yang terbaik. – (Q.S Saba: 39)

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kehidupan dunia dijadikan tampak indah dalam pandangan
orang-orang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal
orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah
memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa batas. – (Q.S Al-Baqarah:
212)

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا
نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا
الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا
ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ
حِسَابٍ

Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik,
membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya
kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus
ibadah), dia dapati makanan berada di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam, Dari
mana makanan ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.”
Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas.
– (Q.S Ali Imran: 37)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ
وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ
اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah, “Siapakah yang memberimu rezeki dari langit dan
bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan
siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati
dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan
menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa
(kepada-Nya)?”. – (Q.S Yunus: 31)

أَمَّنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَمَنْ
يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قُلْ هَاتُوا
بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari
permulaannya kemudian mengulanginya (lagi), dan yang memberimu rezeki dari
langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Katakanlah,
“Datangkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” –
(Q.S An-Naml: 64)

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ
يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak
mampu membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki
kepadanya dan juga kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. – (Q.S
Al-Ankabut: 60)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki
kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah, “Allah,” dan sesungguhnya kami
atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam
kesesatan yang nyata. – (Q.S Saba: 24)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا
إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Wahai manusia, Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah
pencipta selain Allah yang dapat memberi kamu rezeki dari langit dan bumi?
Tidak ada tuhan selain Dia, maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?. –
(Q.S Fathir: 3)

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ
ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya, Dia memberi
rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Maha kuat lagi Maha perkasa. –
(Q.S As-Syura: 19)

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ
ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ
إِلَّا مَتَاعٌ

Allah melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang
Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan
dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat. – (Q.S
Ar-Ra’d: 26)

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ
ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki dan membatasinya
bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui lagi Maha
Melihat hamba-hamba-Nya. – (Q.S Al-Isra: 30)

وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ
يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُ
لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Orang-orang yang mengharapkan kedudukannya (Qarun) itu
berkata, “Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan dan membatasi rezeki
bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Sekiranya Allah tidak
melimpahkan karunia-Nya kepada kita, tentulah Dia sudah membenamkan kita pula.
Aduhai, benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang mengingkari
(nikmat Allah).” – (Q.S Al-Qasas: 82)

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah melapangkan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki di
antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah
Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. – (Q.S Al-Ankabut: 62)

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ
لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang
melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang
membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. – (Q.S
Ar-Rum: 37)

Itulah beberapa ayat alquran tentang rezeki yang semoga bisa
menambah wawasan kita tentang bagaimana alquran membicarakan tentang rezeki. Tentunya
yang paling penting adalah bagaimana supaya kita menjadi hamba Allah yang
selalu bersyukur atas segala bentuk rezeki yang telah Allah berikan, karena
sesungguhnya rezeki tidak selalu dalam bentuk harta kekayaan atau materi.

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Rezeki Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.