Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tawakkal, Berserah Diri Kepada Allah

41 views

Blog Kata2 Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tawakkal, Berserah Diri Kepada Allah

Ayat alquran tentang tawakkal – Tawakkal adalah salah satu
ibadah hati yang paling utama dan salah satu akhlak keimanan yang begitu
tinggi, karena tawakkal mencerminkan tingginya keyakinan seorang hamba kepada
Tuhannya. Secara sederhana, Tawakkal bisa dipahami sebagai sikap pasrah kepada
Allah SWT atas segala kehendak-Nya. Secara lebih luas lagi, tawakkal berarti
seseorang menyerahkan segala urusan yang berkaitan dengan usahanya kepada
Allah, dengan sepenuh hati ia pasrahkan hasilnya kepada kekuasaan Allah. Ibarat
pasrahnya seorang mayit, dibolak-balikkan bagaimanapun mayit tersebut akan
mengikuti kehendak orang yang mengurus jenazahnya.

Tidak mudah bagi seseorang dengan keimanan yang tipis untuk
bisa bertawakkal kepada Allah, karena sesungguhnya tawakkal merupakan buah dari
keimanan yang kokoh pada diri seseorang. Begitu juga, tidak mudah untuk
menerima dengan sikap ikhlas atas segala ketentuan Allah. Justru yang sering
terjadi, manusia cenderung selalu merespon situasi yang tidak menguntungkan
hidupnya dengan mengeluh, merasa berat ketika ditimpa musibah yang menurutnya
menyusahkan. Oleh karena itu, penting untuk membangun kesadaran bahwa manusia
tidak memiliki wewenang apapun untuk menentukan apa yang dikehendakinya. Karena
manusia hanya mampu membuat rencana, sementara hasilnya harus dikembalikan
kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Sikap tawakkal perlu dipupuk dan terus diperjuangkan. Di
antaranya dengan senantiasa bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang sudah
dimiliki, menyadari bahwa manusia penuh dengan kekurangan, serta terus
mengusahakan yang terbaik dengan dilandasi niat untuk beribadah kepada Allah.
Siapa yang mampu mempraktekkan sikap tawakkal dengan baik dalam hidupnya, maka
hidupnya akan terasa nyaman dan tidak takut dengan apapun. Karena ia menyadari
bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya adalah kehendak Allah SWT.

ayat alquran tentang tawakkal kepada allah

Kumpulan Dalil Ayat Alquran Tentang Bertawakkal Kepada Allah

Jika kita cermati ayat-ayat dalam alquran, maka akan kita
temukan banyak sekali ayat alquran tentang tawakkal yang tersebar di berbagai
surat. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang tawakkal yang bisa dijadikan
sebagai kajian mengenai bagaimana alquran berbicara tentang tawakkal.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ
كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ
لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ * إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ
وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Maka berkat rahmat Allah lah engkau (Muhammad) berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar,
tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah
mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka
dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang
bertawakkal. (59) Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada seorangpun yang dapat
mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan),
maka siapa yang bisa menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah hanya kepada
Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (60). – (Q.S Ali Imran: 59-60)

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ
جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ
وَنِعْمَ الْوَكِيلُ * فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ
سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang
ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang telah mengumpulkan
pasukan untuk menyerangmu, karena itu takutlah kamu kepada mereka,” ternyata
(ucapan) itu justru menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah
Allah bagi kami dan Dia lah sebaik-baik pelindung.” (173) Maka mereka kembali
dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu
bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah memiliki karunia yang
sangat besar. (174). – (Q.S Ali Imran: 173-174)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ
اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ
أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, Ingatlah nikmat Allah yang
diberikan kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan
tangannya, kemudian Allah menahan tangan mereka dari kamu. Bertakwalah kepada
Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu
bertawakkal. – (Q.S Al-Maidah: 11)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ
وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang
hatinya bergetar apabila disebut nama Allah, dan apabila dibacakan
ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat lah imannya. Dan hanya kepada Tuhan
lah mereka bertawakkal. – (Q.S Al-Anfal: 2)

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ
إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah
(Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya
kepada-Nya lah aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy
(singgasana) yang agung.” – (Q.S At-Taubah: 129)

وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ
بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ * فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ
تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Musa berkata, “Wahai kaumku, Apabila kamu beriman kepada
Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya, jika kamu memang benar-benar orang yang
berserah diri.” (84) Lalu mereka berkata, “Hanya kepada Allah-lah kami
bertawakkal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi
kaum yang dzalim, (85). – (Q.S Yunus: 84-85)


قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ
مِمَّا تُشْرِكُونَ * مِنْ دُونِهِ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ * إِنِّي
تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ
بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dia (Hud) menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah
dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, (54)
dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan
kamu tunda lagi. (55) Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah, Tuhanku dan
juga Tuhanmu. Tidak ada satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dia
lah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sesungguhnya Tuhanku di jalan
yang lurus (adil). (56). – (Q.S Hud: 54-56)

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ
يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ
عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan milik Allah lah seluruh rahasia langit dan bumi, dan
kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakkallah
kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak pernah lengah dari apa yang kamu kerjakan. – (Q.S
Hud: 123)

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ
وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ
شَيْءٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُتَوَكِّلُونَ

Dan dia (Yakub) berkata, “Wahai anak-anakku, Janganlah kamu
masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah kamu dari pintu-pintu gerbang yang
berbeda. Namun demikian, aku tidak kuasa mempertahankan kamu sedikit pun dari
(takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Kepada-Nya aku bertawakkal
dan kepada-Nya pula hendaknya berserah dirilah orang-orang yang bertawakkal.” –
(Q.S Yusuf: 67)

كَذَلِكَ أَرْسَلْنَاكَ فِي أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ
قَبْلِهَا أُمَمٌ لِتَتْلُوَ عَلَيْهِمُ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ
بِالرَّحْمَنِ قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ
مَتَابِ

Demikianlah, Kami telah mengutusmu (Muhammad) kepada suatu
umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan
kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar
kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tiada Tuhan selain
Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.” – (Q.S
Ar-Ra’d: 30)

قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ
مِثْلُكُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَمَا كَانَ
لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُونَ * وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا
وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Kami hanyalah
manusia seperti kamu, tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia
kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidaklah pantas bagi kami mendatangkan
suatu bukti kepada kamu melainkan atas izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja
hendaknya orang yang beriman bertawakkal. (11) Dan mengapa kami tidak akan
bertawakkal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami,
dan sungguh kami akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada
kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakkal berserah diri.” (12). –
(Q.S Ibrahim: 11-12)

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا
ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ
لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ * الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka
didzalimi, sungguh akan Kami berikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.
Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih besar, sekiranya mereka mengetahui,
(41) (yaitu) orang-orang yang bersabar dan hanya bertawakkal kepada Tuhan
mereka. (42). – (Q.S An-Nahl: 41-42)

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Maka apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah
perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (98) Sesungguhnya, setan
itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada
Tuhan. (99). – (Q.S An-Nahl: 98-99)

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ
بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan bertawakkallah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup, Yang
tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha
Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya. – (Q.S Al-Furqan: 58)

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Dan bertawakkallah kamu kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Penyayang. – (Q.S As-Syuara: 217)

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ

Maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya engkau
(Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata. – (Q.S An-Naml: 79)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ
مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ
أَجْرُ الْعَامِلِينَ * الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * وَكَأَيِّنْ
مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh,
mereka akan Kami tempatkan di tempat-tempat tinggi (di dalam surga), yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah
sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan, (58) yaitu orang-orang
yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya. (59) Dan berapa banyak makhluk
bergerak yang bernyawa yang tidak mampu membawa (mengurus) rezekinya sendiri.
Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu. Dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (60). – (Q.S Al-Ankabut: 58-60)

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan bertawakkallah kamu kepada Allah. Dan cukuplah Allah
sebagai pemelihara. – (Q.S Al-Ahzab: 3)

وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ
أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan janganlah engkau (Muhammad) mentaati orang-orang kafir
dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan
bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. – (Q.S
Al-Ahzab: 48)

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ
بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ * وَمَنْ
يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ
* وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ
هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ
رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Dan Mereka
menakut-nakutimu dengan (sesembahan) yang selain Dia. Barangsiapa dibiarkan
sesat oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
(36) Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun
yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai kekuasaan
untuk menghukum? (37) Dan sungguh, jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah
yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, “Allah.”
Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain
Allah? jika Allah hendak mendatangkan suatu bahaya kepadaku, apakah mereka
mampu menghilangkan bahaya itu? atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku,
apakah mereka mampu mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku.
Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakkal berserah diri.” (38). – (Q.S
Az-Zumar: 36-38)

فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي
إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ * فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ
مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ

Maka kelak kamu akan mengingat apa yang aku katakan
kepadamu. Dan aku menyerahkan segala urusanku kepada Allah. Sesungguhnya, Allah
Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (44) Maka Allah menjaganya dari kejahatan
tipu daya mereka, sementara Fir‘aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang
sangat buruk. (45). – (Q.S Ghafir: 44-45)

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى
اللَّهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Dan sesuatu apapun yang kamu perselisihkan, keputusannya (terserah)
kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku.
Kepada-Nya aku bertawakkal dan kepada-Nya aku kembali. – (Q.S As-Syura: 10)

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ

Apapun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu
hanyalah kesenangan hidup di dunia. Sementara apa (kenikmatan) yang ada di sisi
Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman. Dan hanya
kepada Tuhan mereka bertawakkal. – (Q.S As-Syura:: 36)

إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ
آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan)
setan, agar orang-orang yang beriman merasa bersedih hati. Padahal
(pembicaraan) itu tidaklah memberikan bahaya sedikit pun kepada mereka, kecuali
atas izin Allah. Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman
bertawakkal. – (Q.S Al-Mujadalah: 10)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ
وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ
وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ
لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا
عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Sungguh, telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri
Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaumnya,
“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain
Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata permusuhan dan kebencian
antara kami dan kamu untuk selama-lamanya sampai kamu beriman hanya kepada
Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan
memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak kuasa untuk menolak
(siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada
Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertaubat dan hanya kepada
Engkaulah kami kembali,”. – (Q.S Al-Mumtahanah: 4)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُونَ

(Dialah) Allah, tiada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah
orang-orang mukmin bertawakkal hanya kepada Allah. – (Q.S At-Taghabun: 13)


وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ
اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya.
Sungguh, Allah telah menetapkan ketentuan bagi setiap sesuatu. – (Q.S
At-Thalaq: 3)

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ
مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * قُلْ هُوَ
الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ
مُبِينٍ

Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan
aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami
akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab
yang pedih?” (28) Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman
kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakkal. Maka kelak kamu akan mengetahui
siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.” (29). – (Q.S Al-Mulk: 28-29)

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا
* رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan
sepenuh hati. (8) (Dialah) Tuhan timur dan barat, tiada Tuhan selain Dia, maka
jadikanlah Dia sebagai pelindung. (9). – (Q.S Al-Muzammil: 8-9)

Semoga ayat-ayat alquran tentang tawakkal di atas bisa
menguatkan keyakinan kita untuk senantiasa bertawakkal dan menyerahkan segala
urusan kita hanya kepada Allah SWT. 

Itulah postingan yang berjudul Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Tawakkal, Berserah Diri Kepada Allah Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca semua.Akhir kata admin ucapkan terima kasih 🙂 silahkan share postingan ini karena itu akan sangat membantu admin agar lebih semangat lagi.